Mangrove Bintan Lestari Conservation

Mangrove Lestari Ekonomi Bintan Berseri

+62 877 8475 7260

Choose Our Services

Education, Planting , Product, Training and Traveling

Penanaman Mangrove

MBL Conservation menerima jasa penanaman dan pemeliharan mangrove di pesisir pantai

Pembibitan Mangrove

MBL Conservation menyediakan bibit berbagai jenis tanaman mangrove sebagai pilihan customer

Pelatihan dan Pendidikan

MBL Conservation menyediakan jasa pelatihan dan pendidikan berbagai kebutuhan, misal program edukasi lingkungan, riset dan magang.

What We Do

Our Exelent Work

Kami Membangun Kembali Hutan Mangrove Indonesia

Success Story

Our Achievement

Project Done
0 +
Happy Client
0 +
Mangrove Planted
0 +
Mangrove Type
0 +

Recent News

“Monitoring Mangrove Langkah Nyata MBL untuk Konservasi Berkelanjutan

Monitoring mangrove merupakan bagian penting dalam memastikan keberhasilan upaya rehabilitasi dan konservasi pesisir. Melalui kegiatan monitoring rutin, tim Mangrove Bintan Lestari (MBL) melakukan pengamatan terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kondisi kesehatan mangrove yang telah ditanam.

Data yang diperoleh menjadi dasar untuk mengevaluasi keberhasilan program, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen MBL dalam menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta generasi mendatang.

Karena menanam mangrove adalah langkah awal, memastikan tumbuh dan berkembangnya adalah kunci keberhasilan konservasi yang sesungguhnya. 🌿💚

KPEI Salurkan Bantuan CSR 5.000 Bibit mangrove di Bintan

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merealisasikan komitmen terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui penyaluran 5.000 bibit mangrove dan edukasi lingkungan di pesisir Desa Sebong Pereh dan Desa Sebong Lagoi, Bintan pada Sabtu 31 Januari 2026. Program ini merupakan pilar strategis CSR KPEI yang menyasar mitigasi perubahan iklim (SDG 13) dan pelestarian ekosistem laut (SDG 14). Direktur Utama KPEI Iding Pardi menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendukung upaya mitigasi abrasi pantai, menjaga kelestarian ekosistem pesisir, serta meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam konservasi lingkungan.
Melalui kemitraan dengan Komunitas Mangrove Bintan Lestari Conservation, Penanaman mangrove akan dilaksanakan oleh Komunitas Mangrove Bintan Lestari Conservation dengan melibatkan masyarakat setempat, termasuk nelayan, lansia, dan penyandang disabilitas, sehingga memberikan dampak lingkungan sekaligus sosial yang inklusif. Selain penanaman, KPEI juga memberikan pendampingan dan edukasi lingkungan sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan nilai kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Jala Bintan Menyapa Mangrove Bintan Lestari’

 

Komunitas Jaringan Peduli Laut Bintan (JALA BINTAN) kembali mengadakan pertemuan rutinnya yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. JALA BINTAN merupakan wadah kolaborasi yang terdiri dari berbagai organisasi dan komunitas yang memiliki perhatian serta fokus terhadap isu-isu kemaritiman, konservasi lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Bintan.

Pada pertemuan kali ini, suasana terasa berbeda dan lebih istimewa karena kegiatan yang diadakan di kawasan Mangrove Bintan Lestari (MBL) pd tanggal 03 January 2026, sebuah kawasan edukasi dan konservasi mangrove yang telah menjadi pusat pembelajaran lingkungan bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga perusahaan yang menyelenggarakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

Pemilihan Mangrove Bintan Lestari sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem mangrove, memahami manfaatnya bagi lingkungan pesisir, serta mendiskusikan berbagai peluang pengembangan wisata berkelanjutan yang berbasis konservasi.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan pemaparan mengenai program perkembangan masing-masing organisasi yang tergabung dalam JALA BINTAN. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta saling bertukar informasi, berbagi pengalaman lapangan, serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya menjaga kelestarian laut dan pesisir di wilayah Bintan.

Salah satu topik utama yang menjadi fokus pembahasan adalah pentingnya edukasi mangrove sebagai bagian dari pengembangan wisata berkelanjutan. Dalam diskusi tersebut, peserta membahas bagaimana ekosistem mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang laut, tetapi juga memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis ikan, kepiting, udang, burung, dan biota lainnya yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.

Selain manfaat ekologis, peserta juga mendiskusikan potensi mangrove sebagai destinasi wisata edukatif yang mampu memberikan pengalaman belajar langsung kepada pengunjung. Melalui kegiatan interpretasi lingkungan, pengamatan keanekaragaman hayati, hingga praktik penanaman mangrove, wisatawan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Dalam kesempatan tersebut, tim Mangrove Bintan Lestari turut berbagi pengalaman mengenai upaya konservasi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Mulai dari pengumpulan propagul, pembibitan, penanaman, pemantauan pertumbuhan mangrove, hingga pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan program-program lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan alam.

Setelah sesi diskusi dan edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove. Dengan penuh antusiasme, para anggota JALA BINTAN turun langsung ke area penanaman. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan akan masa depan pesisir yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Suasana kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan. Tangan-tangan yang bekerja bersama, semangat gotong royong, serta kepedulian yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.

Melalui kegiatan ini, JALA BINTAN dan Mangrove Bintan Lestari berharap dapat terus memperkuat sinergi antarorganisasi dan komunitas yang peduli terhadap kelestarian laut serta pesisir. Pertemuan rutin seperti ini bukan hanya menjadi ruang diskusi dan berbagi gagasan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

“Selamat Datang Mahasiswa Hongkong di MBL”Mari Belajar Bersama tentang mangrove, Lingkungan dan Kearifan Lokal”

MBL menyambut hangat kedatangan mahasiswa dari Hongkong dalam kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi mangrove. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi, dan membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.

MBL dengan bangga menyambut kedatangan mahasiswa Hongkong dalam kegiatan edukasi lingkungan yang penuh makna. Kunjungan ini menjadi wadah untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan budaya, sekaligus mempererat hubungan antar generasi dalam semangat kepedulian terhadap alam. Melalui rangkaian kegiatan seperti pengenalan ekosistem mangrove, diskusi interaktif, serta praktik langsung di lapangan, para peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran global akan peran bersama dalam pelestarian alam. 

Selain kegiatan utama penanaman mangrove, para tamu juga berkesempatan menyaksikan berbagai atraksi budaya lokal, seperti pertunjukan kompang yang dibawakan oleh para lansia serta atraksi silat yang ditampilkan oleh adik-adik desa. Meski masih dalam tahap belajar, semangat dan dedikasi generasi muda ini menjadi bukti bahwa MBL hadir sebagai wadah pembinaan, pembelajaran, dan pengembangan potensi generasi penerus.

Kegiatan ini menjadi perpaduan antara edukasi lingkungan dan pelestarian budaya, yang memperkuat nilai kebersamaan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat. 

Melalui sinergi antara tamu, pengelola, dan warga desa, MBL terus berkomitmen untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga alam sekaligus merawat warisan budaya demi masa depan yang berkelanjutan.

Aksi Nyata Pertamina x CE “Penanaman 3.000 Propagul Mangrove di Pesisir Sebong Pereh Bersama MBL

Upaya menjaga ekosistem pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, Pertamina bersama CE menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman 3.000 propagul mangrove di kawasan pesisir yang dikelola Mangrove Bintan Lestari (MBL).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga fungsi mangrove sebagai pelindung alami pesisir, penyangga kehidupan biota laut, serta penyerap karbon yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Kolaborasi untuk Lingkungan Berkelanjutan
Penanaman mangrove ini merupakan wujud sinergi antara sektor korporasi dan komunitas lingkungan. Melalui kolaborasi Pertamina x CE, kegiatan tidak hanya berfokus pada jumlah propagul yang ditanam, tetapi juga pada proses edukasi dan keterlibatan masyarakat pesisir.
Peserta kegiatan mendapatkan penjelasan mengenai peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta teknik penanaman propagul yang tepat agar tingkat keberhasilan tumbuh lebih optimal.

Menanam Propagul, Menanam Harapan
Sebanyak 3.000 propagul mangrove ditanam secara bertahap di area yang membutuhkan rehabilitasi. Setiap propagul yang ditanam merupakan simbol harapan—harapan akan pesisir yang lebih kuat menghadapi abrasi, lebih kaya akan keanekaragaman hayati, dan lebih berkelanjutan untuk masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa upaya konservasi membutuhkan konsistensi dan kerja bersama, tidak berhenti pada satu momentum saja.
Peran Mangrove Bintan Lestari
Sebagai pengelola lokasi dan pendamping kegiatan, Mangrove Bintan Lestari berperan dalam penyediaan bibit, penentuan lokasi tanam, serta pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Pendekatan berbasis komunitas yang diterapkan MBL memastikan bahwa program penanaman mangrove berjalan selaras dengan kondisi ekologi dan sosial masyarakat setempat.
Komitmen Jangka Panjang
Penanaman 3.000 propagul mangrove ini diharapkan menjadi awal dari komitmen jangka panjang dalam menjaga pesisir. Mangrove yang tumbuh dengan baik akan memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
Melalui aksi nyata seperti ini, Pertamina x CE bersama Mangrove Bintan Lestari terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan pesisir yang lestari dan berdaya.

Bersama Komunitas MBL “kami menjaga pesisir sebagai warisan anak cucu

Menjaga pesisir bukanlah pekerjaan satu orang, satu kelompok, atau satu waktu. Di Mangrove Bintan Lestari (MBL), upaya merawat pesisir tumbuh dari kebersamaan—dari langkah kecil yang dilakukan bersama, dari kepedulian yang dirawat hari demi hari.

Komunitas MBL hadir sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat pesisir, anak muda, nelayan, dan para relawan yang percaya bahwa alam harus dijaga, bukan hanya dimanfaatkan.

## Komunitas yang Tumbuh dari Pesisir

MBL lahir dan bertumbuh bersama masyarakat pesisir. Aktivitas seperti penanaman mangrove, perawatan bibit, edukasi lingkungan, hingga pendampingan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan komunitas ini. Bagi kami, pesisir bukan sekadar bentang alam, tetapi ruang hidup yang menyimpan penghidupan, budaya, dan masa depan.

Setiap kegiatan dilakukan dengan satu prinsip sederhana: menjaga keseimbangan antara alam dan manusia.

## Menanam Hari Ini, Menjaga Esok Hari

Mangrove yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dilihat esok pagi. Ia adalah investasi jangka panjang—pelindung alami dari abrasi, rumah bagi biota pesisir, sekaligus penopang kehidupan masyarakat nelayan.

Melalui kerja bersama, komunitas MBL menanam bukan hanya bibit mangrove, tetapi juga harapan: harapan agar pesisir tetap lestari dan dapat diwariskan kepada anak cucu dalam kondisi yang lebih baik.

## Peran Masyarakat dalam Setiap Langkah

Kekuatan MBL terletak pada keterlibatan masyarakat. Ibu-ibu pesisir, generasi muda, dan nelayan mengambil peran sesuai kemampuan mereka—mulai dari pembibitan, penanaman, hingga menjaga kawasan agar tetap lestari.

Keterlibatan ini membuktikan bahwa konservasi bukan program sesaat, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran lokal.

## Warisan yang Ingin Kami Jaga

Bagi komunitas MBL, pesisir adalah warisan. Warisan yang tidak bisa digantikan, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat jika rusak. Karena itu, menjaga pesisir hari ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi yang akan datang.

Kami percaya, dengan kebersamaan dan konsistensi, pesisir Bintan dapat tetap hidup—bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai rumah yang aman dan berkelanjutan.

Our Partner Love Us

As Futured In

Some of Our

Recent Projects

Project yang sedang kami kerjakan yaitu, penanaman 5 juta bibit mangrove, edukasi lingkungan berbagai instansi pendidikan, menyediakan bibit untuk kebutuhan kegiatan CSR dari beberapa perusahaan.

Translate »