Mangrove Bintan Lestari Conservation

Mangrove Lestari Ekonomi Bintan Berseri

+62 877 8475 7260

Choose Our Services

Education, Planting , Product, Training and Traveling

Penanaman Mangrove

MBL Conservation menerima jasa penanaman dan pemeliharan mangrove di pesisir pantai

Pembibitan Mangrove

MBL Conservation menyediakan bibit berbagai jenis tanaman mangrove sebagai pilihan customer

Pelatihan dan Pendidikan

MBL Conservation menyediakan jasa pelatihan dan pendidikan berbagai kebutuhan, misal program edukasi lingkungan, riset dan magang.

What We Do

Our Exelent Work

Kami Membangun Kembali Hutan Mangrove Indonesia

Success Story

Our Achievement

Project Done
0 +
Happy Client
0 +
Mangrove Planted
0 +
Mangrove Type
0 +

Recent News

“Selamat Datang Mahasiswa Hongkong di MBL”Mari Belajar Bersama tentang mangrove, Lingkungan dan Kearifan Lokal”

MBL menyambut hangat kedatangan mahasiswa dari Hongkong dalam kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi mangrove. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi, dan membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.

MBL dengan bangga menyambut kedatangan mahasiswa Hongkong dalam kegiatan edukasi lingkungan yang penuh makna. Kunjungan ini menjadi wadah untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan budaya, sekaligus mempererat hubungan antar generasi dalam semangat kepedulian terhadap alam. Melalui rangkaian kegiatan seperti pengenalan ekosistem mangrove, diskusi interaktif, serta praktik langsung di lapangan, para peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran global akan peran bersama dalam pelestarian alam. 

Selain kegiatan utama penanaman mangrove, para tamu juga berkesempatan menyaksikan berbagai atraksi budaya lokal, seperti pertunjukan kompang yang dibawakan oleh para lansia serta atraksi silat yang ditampilkan oleh adik-adik desa. Meski masih dalam tahap belajar, semangat dan dedikasi generasi muda ini menjadi bukti bahwa MBL hadir sebagai wadah pembinaan, pembelajaran, dan pengembangan potensi generasi penerus.

Kegiatan ini menjadi perpaduan antara edukasi lingkungan dan pelestarian budaya, yang memperkuat nilai kebersamaan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat. 

Melalui sinergi antara tamu, pengelola, dan warga desa, MBL terus berkomitmen untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga alam sekaligus merawat warisan budaya demi masa depan yang berkelanjutan.

Aksi Nyata Pertamina x CE “Penanaman 3.000 Propagul Mangrove di Pesisir Sebong Pereh Bersama MBL

Upaya menjaga ekosistem pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, Pertamina bersama CE menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman 3.000 propagul mangrove di kawasan pesisir yang dikelola Mangrove Bintan Lestari (MBL).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga fungsi mangrove sebagai pelindung alami pesisir, penyangga kehidupan biota laut, serta penyerap karbon yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Kolaborasi untuk Lingkungan Berkelanjutan
Penanaman mangrove ini merupakan wujud sinergi antara sektor korporasi dan komunitas lingkungan. Melalui kolaborasi Pertamina x CE, kegiatan tidak hanya berfokus pada jumlah propagul yang ditanam, tetapi juga pada proses edukasi dan keterlibatan masyarakat pesisir.
Peserta kegiatan mendapatkan penjelasan mengenai peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta teknik penanaman propagul yang tepat agar tingkat keberhasilan tumbuh lebih optimal.

Menanam Propagul, Menanam Harapan
Sebanyak 3.000 propagul mangrove ditanam secara bertahap di area yang membutuhkan rehabilitasi. Setiap propagul yang ditanam merupakan simbol harapan—harapan akan pesisir yang lebih kuat menghadapi abrasi, lebih kaya akan keanekaragaman hayati, dan lebih berkelanjutan untuk masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa upaya konservasi membutuhkan konsistensi dan kerja bersama, tidak berhenti pada satu momentum saja.
Peran Mangrove Bintan Lestari
Sebagai pengelola lokasi dan pendamping kegiatan, Mangrove Bintan Lestari berperan dalam penyediaan bibit, penentuan lokasi tanam, serta pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Pendekatan berbasis komunitas yang diterapkan MBL memastikan bahwa program penanaman mangrove berjalan selaras dengan kondisi ekologi dan sosial masyarakat setempat.
Komitmen Jangka Panjang
Penanaman 3.000 propagul mangrove ini diharapkan menjadi awal dari komitmen jangka panjang dalam menjaga pesisir. Mangrove yang tumbuh dengan baik akan memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
Melalui aksi nyata seperti ini, Pertamina x CE bersama Mangrove Bintan Lestari terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan pesisir yang lestari dan berdaya.

Bersama Komunitas MBL “kami menjaga pesisir sebagai warisan anak cucu

Menjaga pesisir bukanlah pekerjaan satu orang, satu kelompok, atau satu waktu. Di Mangrove Bintan Lestari (MBL), upaya merawat pesisir tumbuh dari kebersamaan—dari langkah kecil yang dilakukan bersama, dari kepedulian yang dirawat hari demi hari.

Komunitas MBL hadir sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat pesisir, anak muda, nelayan, dan para relawan yang percaya bahwa alam harus dijaga, bukan hanya dimanfaatkan.

## Komunitas yang Tumbuh dari Pesisir

MBL lahir dan bertumbuh bersama masyarakat pesisir. Aktivitas seperti penanaman mangrove, perawatan bibit, edukasi lingkungan, hingga pendampingan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan komunitas ini. Bagi kami, pesisir bukan sekadar bentang alam, tetapi ruang hidup yang menyimpan penghidupan, budaya, dan masa depan.

Setiap kegiatan dilakukan dengan satu prinsip sederhana: menjaga keseimbangan antara alam dan manusia.

## Menanam Hari Ini, Menjaga Esok Hari

Mangrove yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dilihat esok pagi. Ia adalah investasi jangka panjang—pelindung alami dari abrasi, rumah bagi biota pesisir, sekaligus penopang kehidupan masyarakat nelayan.

Melalui kerja bersama, komunitas MBL menanam bukan hanya bibit mangrove, tetapi juga harapan: harapan agar pesisir tetap lestari dan dapat diwariskan kepada anak cucu dalam kondisi yang lebih baik.

## Peran Masyarakat dalam Setiap Langkah

Kekuatan MBL terletak pada keterlibatan masyarakat. Ibu-ibu pesisir, generasi muda, dan nelayan mengambil peran sesuai kemampuan mereka—mulai dari pembibitan, penanaman, hingga menjaga kawasan agar tetap lestari.

Keterlibatan ini membuktikan bahwa konservasi bukan program sesaat, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran lokal.

## Warisan yang Ingin Kami Jaga

Bagi komunitas MBL, pesisir adalah warisan. Warisan yang tidak bisa digantikan, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat jika rusak. Karena itu, menjaga pesisir hari ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi yang akan datang.

Kami percaya, dengan kebersamaan dan konsistensi, pesisir Bintan dapat tetap hidup—bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai rumah yang aman dan berkelanjutan.

Kolaborasi Internasional Penanaman Mangrove Bersama Siswa German dan Indonesia di Mangrove Bintan Lestari

Bintan kembali menjadi ruang belajar terbuka lintas negara. Kali ini, kawasan Mangrove Bintan Lestari (MBL) menjadi saksi kolaborasi internasional melalui kegiatan penanaman mangrove bersama siswa asal Jerman dan Indonesia. Di tengah lumpur pesisir dan rimbunnya hutan mangrove, para siswa belajar langsung tentang lingkungan, perubahan iklim, dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Belajar Lingkungan Tanpa Batas Negara

Kegiatan ini bukan sekadar menanam mangrove, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi lingkungan berbasis pengalaman (experiential learning). Para siswa Jerman dan Indonesia diajak memahami fungsi mangrove sebagai:

  • Pelindung pantai dari abrasi dan gelombang,
  • Habitat biota pesisir,
  • Penyerap karbon alami yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

Dengan pendampingan tim MBL dan masyarakat lokal, siswa mendapatkan penjelasan mengenai jenis mangrove, teknik penanaman yang tepat, serta tantangan pelestarian ekosistem pesisir di wilayah kepulauan seperti Bintan.

Dari Teori ke Aksi Nyata

Setelah sesi pengenalan, para siswa turun langsung ke lapangan. Lumpur, akar mangrove, dan panas matahari tidak mengurangi semangat mereka. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol kepedulian global terhadap lingkungan, sekaligus pengingat bahwa isu perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama, lintas budaya dan negara.

Bagi siswa Jerman, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga—bahwa menjaga alam tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Peran Mangrove Bintan Lestari dan Masyarakat Lokal

Mangrove Bintan Lestari berperan sebagai fasilitator kegiatan, mulai dari edukasi, penyediaan bibit, hingga pendampingan teknis penanaman. Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting, menunjukkan bahwa konservasi mangrove dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa wisata edukasi dan konservasi bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, budaya, dan kepedulian lingkungan.

Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan

Penanaman mangrove bersama siswa Jerman di Bintan bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen bersama untuk menjaga pesisir. Setiap bibit yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi benteng alami yang melindungi ekosistem dan kehidupan di masa depan.

Melalui kegiatan seperti ini, Bintan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi global untuk edukasi dan pelestarian lingkungan.

“Menginspirasi dengan Ecoprint”Kolaborasi Mahasiswa Republic Polytechnic Singapore dan UMRAH di MBL”

Di tengah hijau dan asri-nya alam Mangrove Bintan Lestari (MBL), sekelompok mahasiswa dari Republic Polytechnic Singapore dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkumpul untuk mengikuti pengalaman edukasi yang tidak biasa—belajar tentang ecoprint, seni cetak alami yang memanfaatkan bahan-bahan dari alam.

Kegiatan ini bukan sekadar workshop seni, tetapi juga merupakan perjalanan yang memadukan kreativitas, pelestarian alam, dan keterlibatan langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebuah pengalaman yang mengajarkan mahasiswa untuk lebih mengenal alam, sekaligus membuka wawasan tentang bagaimana seni dan edukasi dapat bersinergi dalam melestarikan bumi.

🌱 Ecoprint: Seni dari Alam, untuk Alam

Setibanya di MBL, mahasiswa disambut dengan pemandangan alam yang memukau—hutan mangrove yang rimbun, udara segar, dan suara alam yang menenangkan. Di tempat ini, mereka diperkenalkan pada ecoprint, sebuah teknik seni yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tanaman lain untuk membuat pola yang cantik di atas kain.

Tim MBL, pengelola workshop ecoprint, dengan penuh antusias menjelaskan, “Ecoprint bukan hanya seni, ini adalah cara kita berinteraksi dengan alam. Kita menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun dan bunga, untuk membuat karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya melestarikan alam.”

🌸 Proses Pembelajaran yang Mendalam

Setelah penjelasan awal, mahasiswa pun mulai merasakan langsung proses mencetak daun di atas kain. Mereka memilih berbagai jenis daun, bunga, dan tanaman yang mereka rasa memiliki keunikan tersendiri, dan kemudian menekannya dengan palu untuk menghasilkan pola-pola alami yang menakjubkan.

Salah seorang mahasiswa dari Republic Polytechnic Singapore, Mark, terlihat terkesima dengan hasil pertamanya. “Saya tidak pernah membayangkan bahwa daun bisa membuat karya seni yang begitu indah,” katanya sambil memandang hasil printannya. “Ini benar-benar pengalaman yang membuka mata tentang bagaimana kita bisa menghargai alam dengan cara yang kreatif.”

Di sisi lain, Anisa, mahasiswa dari UMRAH, mengungkapkan, “Ecoprint ini mengajarkan saya bahwa seni tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk menyampaikan pesan. Setiap karya yang dihasilkan punya cerita—cerita tentang alam yang harus kita jaga dan rawat.”

🤝 Keterlibatan dengan Masyarakat Lokal

Namun, lebih dari sekadar belajar seni, kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa untuk lebih dekat dengan komunitas lokal dan memahami cara mereka dalam mengelola sumber daya alam. Bu Sari, sebagai pengelola MBL, juga menyampaikan pentingnya mendukung produk-produk lokal, seperti karya ecoprint yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar.

“Dengan membeli produk ini, kita turut membantu masyarakat di sekitar sini dan mendorong mereka untuk terus menjaga kelestarian alam,” jelas Tim MBL . Para mahasiswa pun merasa bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak hanya mendidik mereka dalam hal seni, tetapi juga mendukung ekonomi masyarakat lokal melalui produk-produk berbasis alam.

🌍 Membangun Kesadaran dan Tanggung Jawab Lingkungan

Pada akhir kegiatan, para mahasiswa diundang untuk berdiskusi mengenai pengalaman mereka. Banyak yang merasa bahwa mereka telah belajar lebih dari sekadar teknik seni. Mereka menyadari betapa pentingnya untuk berinteraksi dengan alam secara lebih sadar dan memahami dampak yang bisa ditimbulkan dari kelalaian kita terhadap lingkungan.

Zainab, mahasiswa dari UMRAH, menambahkan, “Kegiatan ini tidak hanya memberi kami keterampilan baru, tetapi juga membuka wawasan kami tentang pentingnya menjaga alam. Dalam karya seni ini, ada pesan besar yang harus kita bawa pulang—bahwa kita bisa berkreasi sambil menghormati dan merawat alam yang sudah memberi kita banyak hal.”

📸 Seni yang Menginspirasi, Alam yang Terjaga

Dengan tangan penuh warna dan karya seni yang memukau, para mahasiswa Republic Polytechnic Singapore dan UMRAH meninggalkan MBL dengan karya ecoprint di tangan mereka—sebuah karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung makna yang dalam tentang hubungan manusia dengan alam.

Kegiatan ini berhasil menggabungkan seni, edukasi, dan kesadaran lingkungan dalam satu paket yang inspiratif. Semoga pengalaman ini menjadi pengingat bagi para mahasiswa untuk selalu menjaga alam, serta menggali lebih banyak cara kreatif untuk menghidupkan pesan-pesan konservasi

“Dari Alam ke Karya “Wisata Edukasi Ecoprint bersama Mahasiswa PBC”

Pagi itu, sekelompok mahasiswa PBC berkumpul di halaman kampus dengan wajah penuh semangat. Hari ini mereka tidak akan belajar di ruang kelas dengan tumpukan buku, tapi akan menyelami dunia seni yang langsung terhubung dengan alam—sebuah wisata edukasi Ecoprint yang menjanjikan pengalaman baru. Di luar ekspektasi mereka, hari ini bukan hanya tentang menggambar atau mencetak, tetapi tentang bagaimana alam mengajarkan mereka untuk berkreasi sambil melestarikan.

🌿 Ecoprint: Karya Alam yang Hidup

Setelah perjalanan yang cukup singkat, mereka sampai di sebuah komunitas seni berbasis alam yang terletak di pinggiran desa. Dikenal dengan teknik ecoprint, yaitu seni cetak alami menggunakan daun, bunga, dan berbagai bahan organik lain, tempat ini seolah menyambut mereka dengan aroma tanah basah dan udara yang segar.

“Selamat datang, mahasiswa PBC!” seru Bu Tika tim MBL, pengelola workshop, sambil tersenyum. “Hari ini kita akan belajar bagaimana alam bisa menjadi media karya seni. Kalian akan menggunakan daun-daun ini untuk mencetaknya di kain, dan menghasilkan pola-pola indah yang berasal dari alam itu sendiri.”

Di hadapan mereka terhampar beraneka ragam daun, bunga, dan bahan alami lainnya. Para mahasiswa terlihat terpesona, beberapa tampak tidak sabar untuk mencoba, sementara yang lain tampak bertanya-tanya, “Bagaimana cara alam bisa menjadi sebuah karya seni?”

🖋️ Mencetak Keindahan Alam dalam Setiap Helai Daun

Tim MBL mulai menjelaskan langkah demi langkah teknik ecoprint. Mereka harus memilih daun atau bunga yang mereka sukai, kemudian meletakkannya di atas kain yang telah disiapkan. Setelah itu, mereka menekan daun menggunakan palu atau alat khusus, hingga menghasilkan pola yang menakjubkan.

“Proses ini mengajarkan kita bahwa setiap unsur alam, meski terlihat sederhana, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Begitu juga dalam kehidupan, kadang hal-hal kecil yang kita anggap biasa bisa menjadi sangat berarti,” kata Bu Tika dengan penuh semangat.

Beberapa mahasiswa, yang biasanya lebih suka menulis atau berbicara tentang sastra, kini menemukan diri mereka tenggelam dalam proses kreatif yang berbeda. Maya, seorang mahasiswa yang terkenal suka menulis puisi, kini sibuk memilih daun-daun kering yang akan dicetak di atas kain. “Ini seru juga ya,” ujarnya sambil tertawa. “Rasanya seperti menulis puisi, tapi menggunakan daun-daun yang ada di sekitar kita.”

Sementara itu, Kasih, seorang mahasiswa yang gemar seni, mulai bereksperimen dengan komposisi daun untuk menciptakan pola yang unik. “Ini bukan hanya tentang seni, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menghargai dan menjaga alam melalui karya ini,” katanya.

🌸 Berkreasi dan Menghargai Alam

Setelah proses mencetak selesai, mereka duduk bersama untuk mengamati hasil karya mereka. Semua tampak takjub dengan pola-pola yang muncul dari proses ecoprint—daun-daun yang biasa kini tampak lebih hidup, membentuk gambar yang begitu natural dan memikat. Beberapa mahasiswa bahkan berdecak kagum, tak menyangka bahwa mereka bisa menghasilkan karya seni yang begitu menakjubkan hanya dengan bahan alami.

Namun, ada lebih dari itu. Mereka menyadari bahwa teknik ini juga mengajarkan mereka tentang pentingnya pelestarian alam. “Kami belajar untuk menghargai alam dalam setiap sentuhan karya yang dihasilkan. Ini bukan hanya tentang seni, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menjaga bumi agar tetap memberikan kita keindahan,” kata Aldi, mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan.

🤝 Membangun Kesadaran Bersama

Tidak hanya belajar tentang seni, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berkolaborasi dengan alam dan masyarakat sekitar. Tim MBL, yang sangat peduli dengan keberlanjutan lingkungan, mengajak mereka untuk mendukung proyek-proyek pelestarian yang ada di kawasan tersebut, dengan cara membeli produk ecoprint dari komunitas lokal.

“Jika kalian membeli karya seni ini, kalian turut mendukung pelestarian alam dan membantu ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Tika. “Setiap karya adalah usaha untuk menjaga alam dan memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.”

🌍 Mencetak Karya untuk Masa Depan

Hari itu, para mahasiswa PBC tidak hanya mendapatkan pengalaman baru dalam dunia seni, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang hubungan antara seni dan alam. Mereka pulang dengan karya ecoprint di tangan dan pikiran yang lebih terbuka tentang bagaimana seni bisa menjadi cara untuk menyuarakan pesan pelestarian alam.

Sebagai mahasiswa PBC, mereka kini memiliki perspektif baru tentang bagaimana bahasa dan seni bisa digunakan untuk mengajak orang lain menjaga alam, mulai dari puisinya yang menginspirasi hingga karya seni ecoprint yang mengedukasi

Our Partner Love Us

As Futured In

Some of Our

Recent Projects

Project yang sedang kami kerjakan yaitu, penanaman 5 juta bibit mangrove, edukasi lingkungan berbagai instansi pendidikan, menyediakan bibit untuk kebutuhan kegiatan CSR dari beberapa perusahaan.

Translate »