Mangrove Bintan Lestari Conservation

Mangrove Lestari Ekonomi Bintan Berseri

+62 877 8475 7260

Choose Our Services

Education, Planting , Product, Training and Traveling

Penanaman Mangrove

MBL Conservation menerima jasa penanaman dan pemeliharan mangrove di pesisir pantai

Pembibitan Mangrove

MBL Conservation menyediakan bibit berbagai jenis tanaman mangrove sebagai pilihan customer

Pelatihan dan Pendidikan

MBL Conservation menyediakan jasa pelatihan dan pendidikan berbagai kebutuhan, misal program edukasi lingkungan, riset dan magang.

What We Do

Our Exelent Work

Kami Membangun Kembali Hutan Mangrove Indonesia

Success Story

Our Achievement

0 +
Project Done
0 +
Happy Client
0 +
Mangrove Planted
0 +
Mangrove Type

Recent News

“Menginspirasi dengan Ecoprint”Kolaborasi Mahasiswa Republic Polytechnic Singapore dan UMRAH di MBL”

Di tengah hijau dan asri-nya alam Mangrove Bintan Lestari (MBL), sekelompok mahasiswa dari Republic Polytechnic Singapore dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkumpul untuk mengikuti pengalaman edukasi yang tidak biasa—belajar tentang ecoprint, seni cetak alami yang memanfaatkan bahan-bahan dari alam.

Kegiatan ini bukan sekadar workshop seni, tetapi juga merupakan perjalanan yang memadukan kreativitas, pelestarian alam, dan keterlibatan langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebuah pengalaman yang mengajarkan mahasiswa untuk lebih mengenal alam, sekaligus membuka wawasan tentang bagaimana seni dan edukasi dapat bersinergi dalam melestarikan bumi.

🌱 Ecoprint: Seni dari Alam, untuk Alam

Setibanya di MBL, mahasiswa disambut dengan pemandangan alam yang memukau—hutan mangrove yang rimbun, udara segar, dan suara alam yang menenangkan. Di tempat ini, mereka diperkenalkan pada ecoprint, sebuah teknik seni yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tanaman lain untuk membuat pola yang cantik di atas kain.

Tim MBL, pengelola workshop ecoprint, dengan penuh antusias menjelaskan, “Ecoprint bukan hanya seni, ini adalah cara kita berinteraksi dengan alam. Kita menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun dan bunga, untuk membuat karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya melestarikan alam.”

🌸 Proses Pembelajaran yang Mendalam

Setelah penjelasan awal, mahasiswa pun mulai merasakan langsung proses mencetak daun di atas kain. Mereka memilih berbagai jenis daun, bunga, dan tanaman yang mereka rasa memiliki keunikan tersendiri, dan kemudian menekannya dengan palu untuk menghasilkan pola-pola alami yang menakjubkan.

Salah seorang mahasiswa dari Republic Polytechnic Singapore, Mark, terlihat terkesima dengan hasil pertamanya. “Saya tidak pernah membayangkan bahwa daun bisa membuat karya seni yang begitu indah,” katanya sambil memandang hasil printannya. “Ini benar-benar pengalaman yang membuka mata tentang bagaimana kita bisa menghargai alam dengan cara yang kreatif.”

Di sisi lain, Anisa, mahasiswa dari UMRAH, mengungkapkan, “Ecoprint ini mengajarkan saya bahwa seni tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk menyampaikan pesan. Setiap karya yang dihasilkan punya cerita—cerita tentang alam yang harus kita jaga dan rawat.”

🤝 Keterlibatan dengan Masyarakat Lokal

Namun, lebih dari sekadar belajar seni, kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa untuk lebih dekat dengan komunitas lokal dan memahami cara mereka dalam mengelola sumber daya alam. Bu Sari, sebagai pengelola MBL, juga menyampaikan pentingnya mendukung produk-produk lokal, seperti karya ecoprint yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar.

“Dengan membeli produk ini, kita turut membantu masyarakat di sekitar sini dan mendorong mereka untuk terus menjaga kelestarian alam,” jelas Tim MBL . Para mahasiswa pun merasa bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak hanya mendidik mereka dalam hal seni, tetapi juga mendukung ekonomi masyarakat lokal melalui produk-produk berbasis alam.

🌍 Membangun Kesadaran dan Tanggung Jawab Lingkungan

Pada akhir kegiatan, para mahasiswa diundang untuk berdiskusi mengenai pengalaman mereka. Banyak yang merasa bahwa mereka telah belajar lebih dari sekadar teknik seni. Mereka menyadari betapa pentingnya untuk berinteraksi dengan alam secara lebih sadar dan memahami dampak yang bisa ditimbulkan dari kelalaian kita terhadap lingkungan.

Zainab, mahasiswa dari UMRAH, menambahkan, “Kegiatan ini tidak hanya memberi kami keterampilan baru, tetapi juga membuka wawasan kami tentang pentingnya menjaga alam. Dalam karya seni ini, ada pesan besar yang harus kita bawa pulang—bahwa kita bisa berkreasi sambil menghormati dan merawat alam yang sudah memberi kita banyak hal.”

📸 Seni yang Menginspirasi, Alam yang Terjaga

Dengan tangan penuh warna dan karya seni yang memukau, para mahasiswa Republic Polytechnic Singapore dan UMRAH meninggalkan MBL dengan karya ecoprint di tangan mereka—sebuah karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung makna yang dalam tentang hubungan manusia dengan alam.

Kegiatan ini berhasil menggabungkan seni, edukasi, dan kesadaran lingkungan dalam satu paket yang inspiratif. Semoga pengalaman ini menjadi pengingat bagi para mahasiswa untuk selalu menjaga alam, serta menggali lebih banyak cara kreatif untuk menghidupkan pesan-pesan konservasi

“Dari Alam ke Karya “Wisata Edukasi Ecoprint bersama Mahasiswa PBC”

Pagi itu, sekelompok mahasiswa PBC berkumpul di halaman kampus dengan wajah penuh semangat. Hari ini mereka tidak akan belajar di ruang kelas dengan tumpukan buku, tapi akan menyelami dunia seni yang langsung terhubung dengan alam—sebuah wisata edukasi Ecoprint yang menjanjikan pengalaman baru. Di luar ekspektasi mereka, hari ini bukan hanya tentang menggambar atau mencetak, tetapi tentang bagaimana alam mengajarkan mereka untuk berkreasi sambil melestarikan.

🌿 Ecoprint: Karya Alam yang Hidup

Setelah perjalanan yang cukup singkat, mereka sampai di sebuah komunitas seni berbasis alam yang terletak di pinggiran desa. Dikenal dengan teknik ecoprint, yaitu seni cetak alami menggunakan daun, bunga, dan berbagai bahan organik lain, tempat ini seolah menyambut mereka dengan aroma tanah basah dan udara yang segar.

“Selamat datang, mahasiswa PBC!” seru Bu Tika tim MBL, pengelola workshop, sambil tersenyum. “Hari ini kita akan belajar bagaimana alam bisa menjadi media karya seni. Kalian akan menggunakan daun-daun ini untuk mencetaknya di kain, dan menghasilkan pola-pola indah yang berasal dari alam itu sendiri.”

Di hadapan mereka terhampar beraneka ragam daun, bunga, dan bahan alami lainnya. Para mahasiswa terlihat terpesona, beberapa tampak tidak sabar untuk mencoba, sementara yang lain tampak bertanya-tanya, “Bagaimana cara alam bisa menjadi sebuah karya seni?”

🖋️ Mencetak Keindahan Alam dalam Setiap Helai Daun

Tim MBL mulai menjelaskan langkah demi langkah teknik ecoprint. Mereka harus memilih daun atau bunga yang mereka sukai, kemudian meletakkannya di atas kain yang telah disiapkan. Setelah itu, mereka menekan daun menggunakan palu atau alat khusus, hingga menghasilkan pola yang menakjubkan.

“Proses ini mengajarkan kita bahwa setiap unsur alam, meski terlihat sederhana, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Begitu juga dalam kehidupan, kadang hal-hal kecil yang kita anggap biasa bisa menjadi sangat berarti,” kata Bu Tika dengan penuh semangat.

Beberapa mahasiswa, yang biasanya lebih suka menulis atau berbicara tentang sastra, kini menemukan diri mereka tenggelam dalam proses kreatif yang berbeda. Maya, seorang mahasiswa yang terkenal suka menulis puisi, kini sibuk memilih daun-daun kering yang akan dicetak di atas kain. “Ini seru juga ya,” ujarnya sambil tertawa. “Rasanya seperti menulis puisi, tapi menggunakan daun-daun yang ada di sekitar kita.”

Sementara itu, Kasih, seorang mahasiswa yang gemar seni, mulai bereksperimen dengan komposisi daun untuk menciptakan pola yang unik. “Ini bukan hanya tentang seni, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menghargai dan menjaga alam melalui karya ini,” katanya.

🌸 Berkreasi dan Menghargai Alam

Setelah proses mencetak selesai, mereka duduk bersama untuk mengamati hasil karya mereka. Semua tampak takjub dengan pola-pola yang muncul dari proses ecoprint—daun-daun yang biasa kini tampak lebih hidup, membentuk gambar yang begitu natural dan memikat. Beberapa mahasiswa bahkan berdecak kagum, tak menyangka bahwa mereka bisa menghasilkan karya seni yang begitu menakjubkan hanya dengan bahan alami.

Namun, ada lebih dari itu. Mereka menyadari bahwa teknik ini juga mengajarkan mereka tentang pentingnya pelestarian alam. “Kami belajar untuk menghargai alam dalam setiap sentuhan karya yang dihasilkan. Ini bukan hanya tentang seni, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menjaga bumi agar tetap memberikan kita keindahan,” kata Aldi, mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan.

🤝 Membangun Kesadaran Bersama

Tidak hanya belajar tentang seni, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berkolaborasi dengan alam dan masyarakat sekitar. Tim MBL, yang sangat peduli dengan keberlanjutan lingkungan, mengajak mereka untuk mendukung proyek-proyek pelestarian yang ada di kawasan tersebut, dengan cara membeli produk ecoprint dari komunitas lokal.

“Jika kalian membeli karya seni ini, kalian turut mendukung pelestarian alam dan membantu ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Tika. “Setiap karya adalah usaha untuk menjaga alam dan memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.”

🌍 Mencetak Karya untuk Masa Depan

Hari itu, para mahasiswa PBC tidak hanya mendapatkan pengalaman baru dalam dunia seni, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang hubungan antara seni dan alam. Mereka pulang dengan karya ecoprint di tangan dan pikiran yang lebih terbuka tentang bagaimana seni bisa menjadi cara untuk menyuarakan pesan pelestarian alam.

Sebagai mahasiswa PBC, mereka kini memiliki perspektif baru tentang bagaimana bahasa dan seni bisa digunakan untuk mengajak orang lain menjaga alam, mulai dari puisinya yang menginspirasi hingga karya seni ecoprint yang mengedukasi

“Menyusuri Keindahan Alam: Netra DC Nikmati Wisata Edukasi yang Menginspirasi”

Kegiatan wisata edukasi kali ini bukan hanya tentang menjelajah tempat baru, tapi juga tentang memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman hidup. Group Netra DC baru-baru ini mengikuti perjalanan seru yang menggabungkan pengetahuan dengan petualangan alam. Sebuah kesempatan langka yang memperlihatkan bagaimana alam dan edukasi bisa saling bersinergi, membuka pintu bagi berbagai pelajaran hidup yang lebih mendalam.

🌿 Menjadi Bagian dari Alam

Hari itu, para peserta Netra DC tak hanya sekadar menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar tentang keberagaman flora dan fauna yang ada di sekitar mereka. Wisata edukasi ini diadakan di salah satu kawasan ekowisata yang kaya akan pengetahuan tentang konservasi dan pelestarian alam.

Mereka mulai dengan tur singkat, yang dibimbing oleh para ahli lingkungan yang menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama dalam konteks keberlanjutan hidup manusia dan ekosistem sekitar. Para anggota Netra DC mendengarkan dengan seksama, bertanya, dan berdiskusi tentang cara-cara sederhana yang bisa mereka lakukan untuk ikut melestarikan alam.

🤝 Kolaborasi dengan Alam dan Masyarakat

Wisata edukasi ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang pentingnya alam, tetapi juga mengajak para peserta untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem. Salah satu kegiatan utama adalah penanaman pohon sebagai bagian dari upaya pelestarian alam.

Group Netra DC tidak hanya menikmati alam, tetapi juga ikut serta dalam aksi nyata dengan menanam pohon yang diharapkan dapat menjadi kontribusi jangka panjang untuk kelestarian lingkungan sekitar. Ada kebanggaan tersendiri ketika melihat pohon yang baru ditanam tumbuh dengan subur, karena mereka tahu bahwa itu adalah bagian dari warisan yang akan terus hidup dan berkembang.

🧠 Edukasi yang Menginspirasi

Tidak hanya fisik yang terlibat, tetapi juga pikiran dan hati. Setiap anggota Netra DC diberikan kesempatan untuk berpikir lebih dalam tentang cara mereka berinteraksi dengan alam. Dari diskusi hingga aktivitas langsung, semuanya dirancang untuk memberikan pengalaman yang dapat mengubah perspektif mereka tentang lingkungan dan peran mereka dalam menjaga bumi.

Selain itu, peserta juga belajar banyak tentang kearifan lokal, yaitu bagaimana masyarakat setempat menjaga hubungan mereka dengan alam, serta bagaimana mereka mengelola sumber daya alam dengan cara yang berkelanjutan.

🌍 Dampak Positif untuk Masa Depan

Wisata edukasi ini memiliki dampak yang besar tidak hanya pada para peserta, tetapi juga pada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan berbagi pengetahuan tentang konservasi alam, para anggota Netra DC turut menjadi agen perubahan yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa edukasi bukan hanya sesuatu yang didapat di ruang kelas, tetapi juga dapat ditemukan di luar kelas — di alam yang indah dan penuh dengan pelajaran hidup yang tak ternilai harganya.

“Peruri Tanam 5.000 Bibit Mangrove di MBL Conservation

🌱 "Misi Hijau

Sebuah Cerita dari Group Peruri

Pagi itu, tiga bus penuh berangkat dari Lagoi group Peruri dengan satu tujuan: Mangrove Bintan Lestari (MBL). Wajah-wajah penuh semangat, meskipun beberapa ada yang baru pertama kali ikut kegiatan “outdoor” seperti ini. Mereka datang dengan niat mulia—bukan hanya untuk menanam pohon, tetapi untuk menanam harapan, kebersamaan, dan tentu saja, sebuah masa depan yang lebih hijau.

Di perjalanan, tak ada yang tahu apa yang bakal terjadi, kecuali satu hal: mereka akan menanam 5.000 bibit mangrove. Banyak yang berpikir, “Wow, banyak banget! Bisa nggak ya?” Tapi justru itu yang membuat mereka semakin bersemangat. Semua tahu, mangrove itu bukan cuma pohon biasa. Kalau menurut para ahli lingkungan, itu pohon yang punya kekuatan luar biasa untuk menjaga garis pantai, menyerap karbon, dan bahkan jadi rumah bagi banyak biota laut

“Bayangin, kalau mangrove ini bisa tumbuh subur, banyak pantai yang bisa selamat dari abrasi,”kepala divisi CSR group Peruri, yang menjadi pembicara pembuka di acara tersebut.

Penuh Tawa dan Lelah

Sampai di lokasi, MBL menyambut dengan pemandangan luar biasa: pohon-pohon mangrove yang melambai-lambai, ombak yang tenang, dan angin sepoi-sepoi yang seolah mengucapkan, “Selamat datang di tempat yang penuh berkah!”

Namun, kenyataannya? Setelah pembukaan, kegiatan dimulai dengan langsung terjun ke lumpur. Yup, tanahnya berlumpur dan sesekali ada yang hampir tergelincir. Semua berpikir, “Ini baru tantangan!” Tapi justru di situlah keceriaan muncul.

Ada yang sambil tertawa, ada yang saling bercanda, bahkan ada yang selfie dengan latar belakang bibit mangrove yang siap ditanam. Ternyata, di balik lumpur yang cukup menguji kekuatan fisik, mereka juga merasakan momen kebersamaan yang luar biasa. Begitu satu bibit mangrove tertanam, ada rasa bangga yang muncul di wajah setiap peserta.
Menghadirkan Manfaat Untuk Masyarakat

Tapi, penanaman mangrove ini bukan cuma untuk lingkungan. Ada satu tujuan lagi yang tak kalah penting, yaitu mendukung wisata berbasis masyarakat yang dikelola oleh warga sekitar MBL. Bagi mereka, keberlanjutan mangrove ini juga akan membantu menciptakan peluang ekonomi melalui ekowisata yang memperkenalkan keindahan alam pesisir serta budaya lokal.

Jadi, bukan hanya menanam mangrove, tapi juga menanam harapan bagi masyarakat setempat. 

 

 “Bukan Sekadar Pohon, Tapi Pahala yang Tertanam.”

Itulah yang mereka rasakan—di balik kerja keras, ada pahala yang mengalir. Mangrove ini bukan hanya sebuah pohon. Ini adalah amal jariyah, kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik.

Dan di balik kebersamaan itu, mereka semua sepakat: Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan, demi lingkungan yang lebih hijau dan masyarakat yang lebih sejahtera

Menghadirkan Manfaat Untuk Masyarakat

Tapi, penanaman mangrove ini bukan cuma untuk lingkungan. Ada satu tujuan lagi yang tak kalah penting, yaitu mendukung wisata berbasis masyarakat yang dikelola oleh warga sekitar MBL. Bagi mereka, keberlanjutan mangrove ini juga akan membantu menciptakan peluang ekonomi melalui ekowisata yang memperkenalkan keindahan alam pesisir serta budaya lokal.

Pak Agus, salah satu warga yang aktif di pengelolaan MBL, menjelaskan, “Kami juga ingin para wisatawan datang dan belajar tentang pentingnya mangrove. Dan yang lebih penting, ini akan membuka peluang usaha baru bagi kami.”

Jadi, bukan hanya menanam mangrove, tapi juga menanam harapan bagi masyarakat setempat. 

🤝 Satu Aksi, Banyak Manfaat

Setelah sekitar dua jam beraksi, 5.000 bibit mangrove akhirnya tertanam dengan rapih. Ada rasa puas, tentu saja. Tapi lebih dari itu, semua peserta merasa ikut terlibat dalam sesuatu yang lebih besar: konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Saat matahari mulai terbenam, sekelompok peserta berkumpul di tepi pantai, menikmati sunset yang indah, sambil melihat hasil kerja keras mereka. Tawa lepas terdengar di mana-mana, dan semua sepakat bahwa ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan.


“Bukan Sekadar Pohon, Tapi Pahala yang Tertanam.”

Itulah yang mereka rasakan—di balik kerja keras, ada pahala yang mengalir. Mangrove ini bukan hanya sebuah pohon. Ini adalah amal jariyah, kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik.

Dan di balik kebersamaan itu, mereka semua sepakat: Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan, demi lingkungan yang lebih hijau dan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Wisata Edukasi bersama Siswa SMP IT Bahtera Insani”

🌱 Menanam Kebaikan, Menanam Mangrove

 

Kegiatan Wisata Edukasi Siswa SMP IT Insani Madani kali ini membawa kami menuju sebuah misi mulia: menanam pohon mangrove di Mangrove  (MBL). Kegiatan yang menggabungkan antara pembelajaran agama dan aksi nyata untuk bumi ini tidak hanya mengajarkan tentang lingkungan, tetapi juga tentang tanggung jawab sebagai hamba Allah yang menjaga dan merawat ciptaan-Nya.

🌿 Mengapa Mangrove?

Mangrove, dengan segala fungsinya sebagai penahan abrasi, habitat kehidupan laut, dan penyerap karbon, adalah contoh nyata bagaimana kita bisa berkontribusi pada kelestarian bumi. Penanaman mangrove ini adalah salah satu bentuk amal jariyah, di mana kita tidak hanya mendapat pahala, tetapi juga ikut menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

🌱 Apa yang Kami Lakukan?

Para siswa IT tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang didapat dengan tangan sendiri. Dalam kegiatan ini, mereka:

  • Mendengarkan tausiyah singkat tentang pentingnya menjaga alam dalam perspektif Islam.

  • Mengikuti praktik langsung menanam bibit mangrove dengan penuh antusias.

  • Berperan aktif dalam mendokumentasikan kegiatan, baik melalui foto, video, hingga menulis artikel tentang apa yang mereka pelajari.

🤲 Nilai-Nilai Islam dalam Kegiatan Lingkungan

Kegiatan ini membawa banyak pelajaran, baik dari sisi agama maupun tanggung jawab sosial. Dalam Islam, menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW,
“Jika seseorang menanam pohon atau menabur benih, lalu burung, manusia, atau hewan memakan dari tanaman itu, maka itu adalah sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Dengan demikian, menanam mangrove bukan hanya sebuah tindakan konservasi, tetapi juga sedekah yang pahalanya mengalir setiap kali makhluk hidup mendapatkan manfaat dari tanaman tersebut.

🌍 Membangun Kesadaran untuk Generasi Hijau

Kegiatan wisata edukasi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang membangun kesadaran lingkungan yang mendalam. Siswa IT belajar bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama dan perintah Allah, serta menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi masalah lingkungan global.

Melalui kegiatan ini, mereka juga belajar pentingnya kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap alam. Inilah cara kita sebagai generasi muda menjadi agen perubahan yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan.


 

“Inovasi Tiada Henti_ Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kabupaten Bintan 2025”

 Keramba Jerigen Apung oleh Tim MBL

Dalam rangka Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Bintan, Tim MBL menghadirkan inovasi unik bernama Keramba Jerigen Apung, sebuah solusi kreatif untuk mendukung pengelolaan konservasi mangrove yang berkelanjutan dan efisien. Inovasi ini dirancang untuk membantu masyarakat pesisir, khususnya para kelompok mangrove, dalam meningkatkan hasil bibit mangrove  dengan metode yang ramah lingkungan dan hemat biaya.

Apa itu Keramba Jerigen Apung?

Keramba Jerigen Apung adalah sebuah sistem keramba sederhana yang menggunakan jerigen bekas sebagai bahan utama untuk membuat pelampung. Teknologi ini tidak hanya mengurangi biaya pembuatan keramba, tetapi juga memberikan nilai tambah dengan memanfaatkan limbah plastik yang sulit terurai.

Keramba ini dirancang dengan struktur yang kuat dan fleksibel, sehingga mampu bertahan di berbagai kondisi perairan. Jerigen yang digunakan sebagai pelampung diatur sedemikian rupa untuk memberikan stabilitas yang optimal, sehingga mendukung produktivitas budidaya ikan ataupun lobster.

Keunggulan Keramba Jerigen Apung

  1. Biaya Terjangkau Dibandingkan dengan keramba konvensional, keramba ini lebih murah karena menggunakan bahan daur ulang seperti jerigen bekas.

  2. Ramah Lingkungan Dengan memanfaatkan jerigen bekas, inovasi ini membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan sekitar.

  3. Desain Fleksibel Sistem keramba ini dapat diadaptasi untuk berbagai jenis budidaya mangrove, seperti Family Rhizophora spp, Bruguiera Gmnrhyza)

  4. Mudah Dibuat dan Dirawat Proses pembuatannya sederhana, sehingga dapat dilakukan langsung oleh masyarakat dengan alat dan bahan yang mudah ditemukan.

Keramba Jerigen Apung tidak hanya menawarkan solusi hemat biaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan inovasi ini, para kelompok Mangrove dapat meningkatkan hasil budidaya mereka tanpa harus mengeluarkan modal besar. Selain itu, teknologi ini juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui daur ulang limbah plastik.

Dukungan dan Harapan Tim MBL

Tim MBL berharap, melalui Lomba TTG ini, Keramba Jerigen Apung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan teknologi serupa. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan di sektor konservasi, sekaligus menjadi solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Mari kita dukung inovasi ini dalam Lomba Teknologi Tepat Guna Kabupaten Bintan dan bersama-sama ciptakan perubahan untuk masa depan yang lebih baik!

Our Partner Love Us

As Futured In

Some of Our

Recent Projects

Project yang sedang kami kerjakan yaitu, penanaman 5 juta bibit mangrove, edukasi lingkungan berbagai instansi pendidikan, menyediakan bibit untuk kebutuhan kegiatan CSR dari beberapa perusahaan.